Panduan Lengkap Atur Cara Terapi Energi Illahi via Zoom dan WhatsApp: Alur Sesi, Cara Kerja, dan Kesiapan Menerima Energi Ilahi.
Pendahuluan
Di era digital seperti sekarang, kebutuhan manusia akan ketenangan batin, kesehatan jiwa, dan keseimbangan energi semakin meningkat. Banyak orang mengalami kelelahan emosional, stres berkepanjangan, trauma batin, gangguan psikosomatis, hingga keresahan spiritual yang sulit dijelaskan secara medis. Dalam kondisi seperti ini, Terapi Energi Illahi hadir sebagai ikhtiar penyembuhan holistik yang memadukan energi spiritual, doa, dan kesadaran ilahiah.
Seiring perkembangan teknologi, Terapi Energi Illahi kini dapat dilakukan secara jarak jauh melalui Zoom dan WhatsApp, tanpa mengurangi esensi, manfaat, maupun kekuatan energi yang disalurkan. Artikel ini disusun sebagai panduan lengkap dan sistematis agar calon klien memahami alur terapi, cara kerja energi, serta kesiapan diri untuk menerima energi ilahi secara optimal, sebagaimana konsep yang diterapkan di www.terapienergiillahi.com.
1. Apa Itu Terapi Energi Illahi?
Terapi Energi Illahi adalah metode penyembuhan holistik yang bersumber dari energi ketuhanan (energi ilahi) dengan pendekatan spiritual, kesadaran batin, dan doa. Terapi ini tidak menggantikan pengobatan medis, melainkan melengkapi sebagai ikhtiar batiniah agar tubuh, pikiran, dan jiwa kembali selaras dengan fitrah penciptaannya.
Energi Illahi bukan berasal dari praktisi, melainkan atas izin dan kehendak Allah SWT, praktisi hanya menjadi wasilah (perantara). Prinsip utama terapi ini adalah:
Allah sebagai Maha Penyembuh
Manusia sebagai hamba yang berserah
Energi sebagai media penyelarasan
2. Mengapa Terapi Energi Illahi Bisa Dilakukan Jarak Jauh?
Banyak orang bertanya, “Apakah terapi energi bisa dilakukan tanpa tatap muka langsung?”
Jawabannya: bisa, dan sudah terbukti efektif.
Dalam dimensi energi dan spiritual, jarak fisik tidak menjadi penghalang. Energi ilahi bekerja melalui:
Niat
Kesadaran
Frekuensi batin
Koneksi spiritual
Sebagaimana doa dapat sampai meski terpisah jarak, demikian pula energi ilahi dapat ditransmisikan melalui media Zoom atau WhatsApp video call, selama klien berada dalam kondisi siap menerima.
3. Media yang Digunakan: Zoom dan WhatsApp
a. Terapi Energi Illahi via Zoom
Cocok untuk:
Sesi terapi yang lebih panjang
Pendampingan intensif
Klien yang ingin visual lebih stabil
Sesi kelompok atau keluarga
b. Terapi Energi Illahi via WhatsApp
Cocok untuk:
Klien pemula
Klien dengan keterbatasan jaringan
Sesi personal dan fleksibel
Terapi lanjutan atau maintenance energi
Keduanya sama efektif, perbedaannya hanya pada kenyamanan teknis.
4. Alur Lengkap Terapi Energi Illahi via Zoom & WhatsApp
Tahap 1: Konsultasi Awal
Sebelum terapi dimulai, klien akan menjalani konsultasi awal melalui chat atau panggilan singkat. Pada tahap ini, praktisi akan:
Mendengarkan keluhan klien
Memahami kondisi fisik, emosi, dan batin
Menjelaskan konsep terapi
Menentukan waktu dan media sesi
Konsultasi ini penting agar terapi dilakukan dengan niat yang jelas dan tepat sasaran.
Tahap 2: Penentuan Niat dan Tujuan Terapi
Dalam Terapi Energi Illahi, niat adalah kunci utama. Klien akan diarahkan untuk:
Menyadari masalah yang dihadapi
Tidak memaksakan hasil
Menyerahkan proses kepada Allah
Membuka diri terhadap perubahan
Terapi tidak bekerja dengan paksaan, melainkan dengan kepasrahan sadar.
Tahap 3: Persiapan Klien Sebelum Sesi Dimulai
Agar energi ilahi dapat diterima dengan optimal, klien perlu melakukan beberapa persiapan:
Persiapan Fisik:
Mandi atau berwudhu (jika memungkinkan)
Menggunakan pakaian sopan dan longgar
Tidak dalam kondisi kenyang berlebihan
Berada di tempat yang tenang
Persiapan Mental:
Menenangkan pikiran
Melepaskan ekspektasi berlebihan
Mengurangi distraksi (HP lain, TV, dll)
Persiapan Spiritual:
Niat karena Allah
Berdoa sesuai keyakinan
Siap menerima apa pun yang Allah berikan
5. Proses Sesi Terapi Energi Illahi
a. Pembukaan dengan Doa
Sesi diawali dengan doa pembuka untuk memohon perlindungan, kelancaran, dan izin Allah SWT agar energi ilahi bekerja sesuai kehendak-Nya.
b. Relaksasi dan Penyelarasan
Klien dibimbing untuk:
Mengatur napas
Merilekskan tubuh
Memusatkan kesadaran pada hati
c. Penyaluran Energi Illahi
Praktisi mulai menyalurkan energi ilahi melalui niat dan koneksi spiritual. Pada fase ini, klien mungkin merasakan:
Hangat
Getaran halus
Rasa berat atau ringan
Emosi muncul lalu mereda Semua ini adalah respon alami energi.
d. Pembersihan dan Penyeimbangan
Energi bekerja membersihkan:
Blok emosi lama
Luka batin
Beban pikiran
Ketegangan energi
e. Penutupan dan Doa Akhir
Sesi ditutup dengan doa syukur dan penguatan batin agar energi yang diterima tetap terjaga.
6. Kesiapan Klien Menerima Energi Illahi
Tidak semua orang menerima energi dengan cara yang sama. Kesiapan klien ditentukan oleh:
Kerelaan hati
Kejujuran pada diri sendiri
Kesediaan berubah
Kepasrahan pada Allah
Semakin klien tidak melawan proses, semakin lembut energi bekerja.
7. Reaksi Setelah Terapi (Normal & Alamiah)
Setelah sesi terapi, klien mungkin mengalami:
Tubuh terasa ringan
Emosi lebih stabil
Tidur lebih nyenyak
Muncul kesadaran baru
Kadang lelah sementara (proses adaptasi)
Semua reaksi ini adalah bagian dari proses penyelarasan energi.
8. Hal yang Perlu Dilakukan Setelah Terapi
Untuk menjaga hasil terapi:
Perbanyak minum air putih
Hindari emosi berlebihan
Jaga pikiran positif
Lanjutkan doa dan dzikir
Lakukan sesi lanjutan jika dibutuhkan
9. Terapi Energi Illahi Bukan Sulap, Tapi Proses
Penting dipahami bahwa Terapi Energi Illahi:
Bukan pengobatan instan
Bukan jaminan hasil yang sama
Bukan pengganti medis
Adalah ikhtiar spiritual
Kesembuhan sejati datang dari izin Allah, terapi hanyalah jalan.
10. Penutup
Terapi Energi Illahi via Zoom dan WhatsApp adalah solusi spiritual modern yang tetap berakar pada nilai ketuhanan dan kesadaran diri. Dengan memahami alur terapi, mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual, klien dapat menerima energi ilahi dengan lebih optimal dan penuh keberkahan.
Jika hati sudah siap, energi akan menemukan jalannya.
Baca selengkapnya bila Anda ingin lanjut : Terapi Energi Illahi Jarak Jauh Agar Energi Diterima Optimal
