Energi Reiki Bocor Saat Menyalurkan Energi? Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Agar Praktisi Tetap Kuat & Terlindungi
Dalam praktik Reiki maupun terapi energi lainnya, ada satu kondisi yang sering dialami praktisi, terutama yang masih dalam tahap belajar atau yang terlalu berempati pada klien: energi terasa terkuras setelah sesi. Tubuh lelah, kepala pusing, emosi tidak stabil, bahkan muncul perasaan yang bukan milik sendiri.
Kondisi ini sering disebut sebagai energi bocor saat menyalurkan Reiki.
Padahal secara prinsip, Reiki adalah energi semesta (universal energy). Praktisi hanya menjadi saluran (channel), bukan sumber energi. Seharusnya, setelah sesi Reiki, praktisi justru merasa segar dan lebih ringan, bukan kelelahan.
Lalu mengapa bisa terjadi kebocoran energi? Apa saja penyebabnya? Bagaimana cara mengatasi dan mencegahnya?
Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mendalam agar Anda sebagai praktisi tetap kuat, bersih, dan terlindungi dalam setiap sesi terapi.
Apa Itu Energi Bocor Saat Reiki?
Energi bocor saat menyalurkan Reiki adalah kondisi ketika praktisi merasa:
Lelah berlebihan setelah sesi
Tubuh terasa kosong atau lemas
Pusing atau tidak fokus
Emosi menjadi tidak stabil
Muncul kecemasan atau perasaan negatif yang bukan miliknya
Hal ini menandakan bahwa energi yang disalurkan bukan sepenuhnya berasal dari energi semesta, melainkan menggunakan energi pribadi.
Padahal dalam Reiki yang benar, praktisi hanya menjadi perantara. Energi mengalir dari sumber universal melalui tubuh praktisi menuju klien. Jika teknik dan niat benar, energi justru membersihkan dan menyegarkan praktisi.
Penyebab Utama Energi Reiki Bocor
1. Keterlibatan Emosional Berlebihan (Emotional Over-Investment)
Ketika praktisi terlalu ingin klien cepat sembuh, muncul dorongan batin untuk “memaksa” penyembuhan. Keinginan yang terlalu kuat ini tanpa sadar membuat praktisi menggunakan energi pribadinya.
Contohnya:
Terlalu kasihan pada klien
Terlalu ingin terlihat berhasil
Tidak rela melihat klien belum ada perubahan
Energi pribadi akhirnya terkuras karena ada dorongan ego untuk mengontrol hasil.
2. Energi Ego (Ego-Driven Healing)
Merasa bahwa “saya yang menyembuhkan” adalah kesalahan mendasar dalam terapi energi.
Dalam Reiki:
Praktisi bukan penyembuh. Praktisi adalah saluran.
Ketika ego masuk, aliran energi semesta terganggu. Tubuh praktisi menjadi sumber energi, bukan sekadar channel. Inilah yang menyebabkan kelelahan setelah sesi.
3. Tidak Melakukan Grounding & Protection
Grounding adalah teknik menghubungkan diri dengan energi bumi agar stabil dan terlindungi.
Jika praktisi tidak melakukan:
Grounding sebelum sesi
Shielding atau proteksi energi
Pembersihan setelah sesi
Maka energi negatif klien bisa terbawa dan menempel pada sistem energi praktisi.
Akibatnya:
Emosi ikut tidak stabil
Tubuh terasa panas/dingin tidak wajar
Pikiran menjadi berat
4. Kondisi Fisik & Mental Praktisi Tidak Stabil
Reiki bukan sekadar teknik tangan, tetapi kondisi batin.
Jika praktisi:
Kurang istirahat
Sedang stres
Sedang sakit
Emosi sedang kacau
Maka saluran energi menjadi tidak optimal. Aliran menjadi tersumbat, dan tubuh pribadi menjadi sumber cadangan energi.
5. Penyumbatan pada Saluran Energi (Channel)
Saluran energi praktisi yang belum bersih menyebabkan aliran tidak lancar.
Ini bisa terjadi jika:
Jarang melakukan self-healing
Jarang meditasi
Tidak membersihkan cakra secara rutin
Saluran yang kotor membuat energi semesta tidak mengalir optimal, sehingga tubuh pribadi ikut terbebani.
Gejala Energi Bocor yang Perlu Diwaspadai
Berikut tanda-tanda umum:
1. Lelah Berlebihan Setelah Sesi
Bukan lelah biasa, tapi terasa seperti habis bekerja berat secara fisik dan mental.
2. Pusing atau Kepala Berat
Terutama di area dahi atau ubun-ubun.
3. Emosi Tidak Stabil
Mudah marah, sedih tiba-tiba, atau cemas tanpa sebab jelas.
4. Sensasi Panas/Dingin Tidak Wajar
Tangan terasa sangat panas dan menyakitkan, atau justru dingin menusuk.
5. Perasaan Negatif Bukan Milik Sendiri
Seolah membawa beban klien.
Jika ini sering terjadi, berarti ada kebocoran energi yang perlu diperbaiki.
Cara Mengatasi & Menutup Kebocoran Energi Reiki
1. Detasemen (Melepaskan Hasil)
Niatkan membantu, tetapi lepaskan hasilnya.
Ucapkan dalam hati sebelum sesi:
“Saya hanya saluran. Energi Ilahi yang bekerja. Hasil saya serahkan sepenuhnya pada kehendak Tuhan.”
Ini penting untuk menghilangkan keterlibatan ego.
2. Grounding Sebelum & Sesudah Sesi
Cara grounding sederhana:
Berdiri atau duduk tegak
Tarik napas dalam
Bayangkan akar tumbuh dari telapak kaki masuk ke bumi
Rasakan energi bumi mengalir naik
Setelah sesi, bayangkan sisa energi turun ke bumi
Grounding membuat sistem energi stabil dan tidak mudah terguncang.
3. Perkuat Niat (Intention Setting)
Tegaskan bahwa:
Anda bukan sumber energi
Anda hanya channel
Energi yang mengalir bukan energi pribadi
Niat adalah kunci dalam terapi energi.
4. Self-Reiki Rutin
Melakukan self-healing setiap hari:
Membersihkan cakra
Menstabilkan emosi
Menguatkan saluran
Minimal 15–30 menit sehari.
5. Cuci Tangan & Pemutusan Energi
Setelah sesi:
Cuci tangan dengan air mengalir
Kibaskan tangan beberapa kali
Visualisasikan koneksi energi terputus
Ini teknik sederhana namun sangat efektif.
Ilustrasi Proses Grounding & Perlindungan Energi
Penjelasan ilustrasi:
Meditasi grounding dengan visual akar ke bumi
Praktisi Reiki sebagai channel energi
Shielding atau perlindungan aura cahaya
Cuci tangan sebagai simbol pemutusan energi
Prinsip Penting: Reiki Seharusnya Menyegarkan
Jika dilakukan dengan benar:
Praktisi merasa ringan
Pikiran jernih
Tubuh hangat nyaman
Hati tenang
Jika justru lelah, berarti:
Ada ego
Ada keterikatan
Ada teknik yang perlu diperbaiki
Hubungan Energi Bocor dengan Cakra
Kebocoran energi sering terkait dengan:
Cakra Solar Plexus
Jika terlalu aktif karena ingin “mengontrol hasil”.
Cakra Jantung
Jika terlalu berempati tanpa batas.
Cakra Mahkota
Jika koneksi ke energi semesta belum stabil.
Membersihkan dan menyeimbangkan cakra secara rutin sangat penting bagi praktisi.
Tips Profesional Agar Praktisi Tetap Kuat
Jangan terapi saat tubuh drop
Jangan memaksakan banyak klien dalam satu hari
Lakukan dzikir atau doa sebelum dan sesudah sesi
Perbanyak minum air putih
Istirahat cukup
Kesimpulan
Energi bocor saat menyalurkan Reiki bukan hal mistis yang menakutkan, tetapi tanda bahwa ada teknik yang perlu diperbaiki.
Penyebab utamanya:
Keterlibatan emosional
Ego dalam penyembuhan
Tidak grounding
Tidak proteksi
Saluran belum bersih
Solusinya sederhana:
Lepaskan hasil
Perkuat niat
Lakukan grounding
Self-Reiki rutin
Pemutusan energi setelah sesi
Ingatlah selalu:
Anda bukan penyembuh. Anda adalah saluran. Energi Ilahi yang bekerja, bukan energi pribadi.
Dengan memahami ini, praktik Reiki Anda akan menjadi lebih aman, kuat, dan penuh keberkahan.
