Rabu, 11 Februari 2026

Energi Reiki Bocor Saat Menyalurkan Energi? Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Agar Praktisi Tetap Kuat & Terlindungi



Energi Reiki Bocor Saat Menyalurkan Energi? Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Agar Praktisi Tetap Kuat & Terlindungi


Dalam praktik Reiki maupun terapi energi lainnya, ada satu kondisi yang sering dialami praktisi, terutama yang masih dalam tahap belajar atau yang terlalu berempati pada klien: energi terasa terkuras setelah sesi. Tubuh lelah, kepala pusing, emosi tidak stabil, bahkan muncul perasaan yang bukan milik sendiri.

Kondisi ini sering disebut sebagai energi bocor saat menyalurkan Reiki.

Padahal secara prinsip, Reiki adalah energi semesta (universal energy). Praktisi hanya menjadi saluran (channel), bukan sumber energi. Seharusnya, setelah sesi Reiki, praktisi justru merasa segar dan lebih ringan, bukan kelelahan.

Lalu mengapa bisa terjadi kebocoran energi? Apa saja penyebabnya? Bagaimana cara mengatasi dan mencegahnya?

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mendalam agar Anda sebagai praktisi tetap kuat, bersih, dan terlindungi dalam setiap sesi terapi.


Apa Itu Energi Bocor Saat Reiki?

Energi bocor saat menyalurkan Reiki adalah kondisi ketika praktisi merasa:

Lelah berlebihan setelah sesi

Tubuh terasa kosong atau lemas

Pusing atau tidak fokus

Emosi menjadi tidak stabil

Muncul kecemasan atau perasaan negatif yang bukan miliknya

Hal ini menandakan bahwa energi yang disalurkan bukan sepenuhnya berasal dari energi semesta, melainkan menggunakan energi pribadi.

Padahal dalam Reiki yang benar, praktisi hanya menjadi perantara. Energi mengalir dari sumber universal melalui tubuh praktisi menuju klien. Jika teknik dan niat benar, energi justru membersihkan dan menyegarkan praktisi.


Penyebab Utama Energi Reiki Bocor

1. Keterlibatan Emosional Berlebihan (Emotional Over-Investment)

Ketika praktisi terlalu ingin klien cepat sembuh, muncul dorongan batin untuk “memaksa” penyembuhan. Keinginan yang terlalu kuat ini tanpa sadar membuat praktisi menggunakan energi pribadinya.

Contohnya:

Terlalu kasihan pada klien

Terlalu ingin terlihat berhasil

Tidak rela melihat klien belum ada perubahan

Energi pribadi akhirnya terkuras karena ada dorongan ego untuk mengontrol hasil.

2. Energi Ego (Ego-Driven Healing)

Merasa bahwa “saya yang menyembuhkan” adalah kesalahan mendasar dalam terapi energi.

Dalam Reiki:

Praktisi bukan penyembuh. Praktisi adalah saluran.

Ketika ego masuk, aliran energi semesta terganggu. Tubuh praktisi menjadi sumber energi, bukan sekadar channel. Inilah yang menyebabkan kelelahan setelah sesi.

3. Tidak Melakukan Grounding & Protection

Grounding adalah teknik menghubungkan diri dengan energi bumi agar stabil dan terlindungi.

Jika praktisi tidak melakukan:

Grounding sebelum sesi

Shielding atau proteksi energi

Pembersihan setelah sesi

Maka energi negatif klien bisa terbawa dan menempel pada sistem energi praktisi.

Akibatnya:

Emosi ikut tidak stabil

Tubuh terasa panas/dingin tidak wajar

Pikiran menjadi berat

4. Kondisi Fisik & Mental Praktisi Tidak Stabil

Reiki bukan sekadar teknik tangan, tetapi kondisi batin.

Jika praktisi:

Kurang istirahat

Sedang stres

Sedang sakit

Emosi sedang kacau

Maka saluran energi menjadi tidak optimal. Aliran menjadi tersumbat, dan tubuh pribadi menjadi sumber cadangan energi.

5. Penyumbatan pada Saluran Energi (Channel)

Saluran energi praktisi yang belum bersih menyebabkan aliran tidak lancar.

Ini bisa terjadi jika:

Jarang melakukan self-healing

Jarang meditasi

Tidak membersihkan cakra secara rutin

Saluran yang kotor membuat energi semesta tidak mengalir optimal, sehingga tubuh pribadi ikut terbebani.


Gejala Energi Bocor yang Perlu Diwaspadai

Berikut tanda-tanda umum:

1. Lelah Berlebihan Setelah Sesi

Bukan lelah biasa, tapi terasa seperti habis bekerja berat secara fisik dan mental.

2. Pusing atau Kepala Berat

Terutama di area dahi atau ubun-ubun.

3. Emosi Tidak Stabil

Mudah marah, sedih tiba-tiba, atau cemas tanpa sebab jelas.

4. Sensasi Panas/Dingin Tidak Wajar

Tangan terasa sangat panas dan menyakitkan, atau justru dingin menusuk.

5. Perasaan Negatif Bukan Milik Sendiri

Seolah membawa beban klien.

Jika ini sering terjadi, berarti ada kebocoran energi yang perlu diperbaiki.


Cara Mengatasi & Menutup Kebocoran Energi Reiki

1. Detasemen (Melepaskan Hasil)

Niatkan membantu, tetapi lepaskan hasilnya.

Ucapkan dalam hati sebelum sesi:

“Saya hanya saluran. Energi Ilahi yang bekerja. Hasil saya serahkan sepenuhnya pada kehendak Tuhan.”

Ini penting untuk menghilangkan keterlibatan ego.

2. Grounding Sebelum & Sesudah Sesi

Cara grounding sederhana:

Berdiri atau duduk tegak

Tarik napas dalam

Bayangkan akar tumbuh dari telapak kaki masuk ke bumi

Rasakan energi bumi mengalir naik

Setelah sesi, bayangkan sisa energi turun ke bumi

Grounding membuat sistem energi stabil dan tidak mudah terguncang.

3. Perkuat Niat (Intention Setting)

Tegaskan bahwa:

Anda bukan sumber energi

Anda hanya channel

Energi yang mengalir bukan energi pribadi

Niat adalah kunci dalam terapi energi.

4. Self-Reiki Rutin

Melakukan self-healing setiap hari:

Membersihkan cakra

Menstabilkan emosi

Menguatkan saluran

Minimal 15–30 menit sehari.

5. Cuci Tangan & Pemutusan Energi

Setelah sesi:

Cuci tangan dengan air mengalir

Kibaskan tangan beberapa kali

Visualisasikan koneksi energi terputus

Ini teknik sederhana namun sangat efektif.


Ilustrasi Proses Grounding & Perlindungan Energi


Penjelasan ilustrasi:

Meditasi grounding dengan visual akar ke bumi

Praktisi Reiki sebagai channel energi

Shielding atau perlindungan aura cahaya

Cuci tangan sebagai simbol pemutusan energi


Prinsip Penting: Reiki Seharusnya Menyegarkan


Jika dilakukan dengan benar:

Praktisi merasa ringan

Pikiran jernih

Tubuh hangat nyaman

Hati tenang

Jika justru lelah, berarti:

Ada ego

Ada keterikatan

Ada teknik yang perlu diperbaiki


Hubungan Energi Bocor dengan Cakra


Kebocoran energi sering terkait dengan:

Cakra Solar Plexus

Jika terlalu aktif karena ingin “mengontrol hasil”.

Cakra Jantung

Jika terlalu berempati tanpa batas.

Cakra Mahkota

Jika koneksi ke energi semesta belum stabil.

Membersihkan dan menyeimbangkan cakra secara rutin sangat penting bagi praktisi.


Tips Profesional Agar Praktisi Tetap Kuat


Jangan terapi saat tubuh drop

Jangan memaksakan banyak klien dalam satu hari

Lakukan dzikir atau doa sebelum dan sesudah sesi

Perbanyak minum air putih

Istirahat cukup


Kesimpulan


Energi bocor saat menyalurkan Reiki bukan hal mistis yang menakutkan, tetapi tanda bahwa ada teknik yang perlu diperbaiki.

Penyebab utamanya:

Keterlibatan emosional

Ego dalam penyembuhan

Tidak grounding

Tidak proteksi

Saluran belum bersih

Solusinya sederhana:

Lepaskan hasil

Perkuat niat

Lakukan grounding

Self-Reiki rutin

Pemutusan energi setelah sesi

Ingatlah selalu:

Anda bukan penyembuh. Anda adalah saluran. Energi Ilahi yang bekerja, bukan energi pribadi.

Dengan memahami ini, praktik Reiki Anda akan menjadi lebih aman, kuat, dan penuh keberkahan.

Baca juga ; Makna Profesi Terapis Bioenergi yang Sesungguhnya Antara Panggilan Jiwa Profesionalisme dan Tanggung Jawab Spiritual.