Pengalaman Telinga Berisik dalam Fase SVARA: Edukasi Spiritual yang Menenangkan
Ketika Energi Halus Bergerak: Pemahaman Dewasa dalam Perjalanan Ilmu SVARA
Telinga Berdenging Sebelah dalam Proses SVARA: Memahami Penyesuaian Energi Kesadaran dengan Bijak dan Tenang
Pendahuluan: Ketika Tubuh Mulai Bicara dengan Cara yang Berbeda
Assalamualaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Dalam perjalanan spiritual dan pengilmuan batin, tidak semua pengalaman datang dalam bentuk mimpi, penglihatan, atau rasa haru.
Sebagian hadir justru melalui tubuh — melalui rasa, getaran, suara halus, atau sensasi yang sebelumnya tidak pernah kita alami.
Ada kalanya seseorang merasakan:
telinga berdenging sebelah
suara halus seperti desir angin
getaran seperti sayap kupu-kupu
atau bunyi berisik tanpa sebab fisik yang jelas
Pengalaman ini sering membuat hati bertanya:
“Apakah ini gangguan?”
“Apakah ada sesuatu yang masuk ke tubuh?”
“Apakah ini tanda spiritual tertentu?”
Pertanyaan-pertanyaan tersebut wajar.
Namun dalam pengilmuan SVARA, pengalaman seperti ini justru perlu didekati dengan kelembutan, kejernihan, dan kedewasaan batin, bukan dengan rasa takut.
SVARA: Jalan Kesadaran, Bukan Jalan Sensasi
SVARA (Sacred Vibrational Resonance Activation) bukan ilmu untuk mengejar keanehan atau pengalaman luar biasa.
Ia adalah jalan penyelarasan frekuensi kesadaran, agar manusia kembali harmonis antara:
jasad (tubuh fisik)
rasa (emosi dan batin)
dan kesadaran ruhani
Dalam SVARA, yang paling penting bukan apa yang terasa, tetapi bagaimana kita bersikap terhadap apa yang terasa.
Karena semakin halus energi bekerja, semakin lembut pula cara ia memberi tanda.
Mengapa Tubuh Bisa Mengalami Sensasi Saat Proses SVARA?
Tubuh manusia bukan hanya daging dan tulang.
Ia memiliki sistem halus yang selama ini jarang disadari, seperti:
jalur energi
pusat kesadaran
sistem saraf halus
dan medan getar pribadi
Ketika seseorang memasuki proses SVARA, yang terjadi bukan “penambahan sesuatu dari luar”, melainkan pengaktifan ulang kesadaran alami yang selama ini tertutup oleh:
stres
beban pikiran
emosi terpendam
dan pola hidup yang tidak seimbang
Saat lapisan-lapisan itu mulai terbuka, tubuh melakukan penyesuaian frekuensi.
Penyesuaian inilah yang kadang terasa sebagai:
getaran
suara halus
dengungan
atau sensasi seperti ada rambatan energi
Telinga dalam Perspektif Energi Kesadaran
Dalam banyak tradisi — termasuk keilmuan Nusantara dan laku kesadaran — telinga dipahami bukan sekadar alat pendengaran.
Ia juga berfungsi sebagai:
titik sensitif saraf
jalur keseimbangan kepala
dan reseptor perubahan frekuensi
Karena telinga sangat dekat dengan:
otak
sistem saraf pusat
dan keseimbangan tubuh
maka ketika energi halus bergerak di area kepala, telinga sering menjadi tempat pertama yang merespons.
Itulah sebabnya, dalam fase tertentu SVARA, sebagian praktisi merasakan sensasi di:
telinga
leher
tengkuk
atau belakang kepala
Bukan karena ada gangguan, tetapi karena energi sedang belajar menyesuaikan wadahnya.
Mengapa Bisa Terjadi di Telinga Kiri?
Dalam pendekatan kesadaran, sisi tubuh sering berkaitan dengan fungsi tertentu.
Telinga kiri sering berhubungan dengan:
sisi penerimaan
rasa
intuisi
dan batin yang sedang membuka diri
Ketika seseorang berada dalam proses pengilmuan, terutama pada fase awal pendalaman, sisi penerimaan ini mulai aktif.
Namun penting dipahami:
Ini bukan pertanda mistik yang harus ditafsirkan jauh-jauh.
Ini hanyalah reaksi alami tubuh terhadap perubahan frekuensi.
SVARA tidak mengajarkan takwil berlebihan, karena makna sejati tidak lahir dari tafsir, tetapi dari ketenangan.
Fase 2 SVARA: Masa Penyesuaian Frekuensi
Dalam perjalanan SVARA, terdapat tahapan yang dijalani secara bertahap, bukan untuk mengejar tingkat, melainkan untuk menjaga keselamatan batin.
Fase 2 dikenal sebagai fase penyesuaian frekuensi.
Pada fase ini:
energi kesadaran mulai aktif
namun belum sepenuhnya turun ke tubuh
masih banyak bergerak di area kepala dan saraf
Karena itu, sensasi yang muncul sering berupa:
suara halus
rasa berisik
getaran ringan
atau rambatan yang datang lalu pergi
Ini bukan tanda kemajuan, dan bukan pula tanda bahaya.
Ia hanyalah proses adaptasi.
Seperti seseorang yang baru belajar menyelam, telinga akan terasa berbeda karena tekanan air berubah.
Bukan karena ada yang salah, tetapi karena tubuh sedang menyesuaikan.
Ciri Sensasi Energi yang Sehat
Dalam edukasi SVARA, ada penanda penting yang perlu dipahami agar tidak muncul kekhawatiran berlebihan.
Sensasi yang tergolong sehat biasanya memiliki ciri:
datang spontan
tidak disertai rasa takut
tidak menimbulkan nyeri
tidak mengganggu kesadaran
dan bisa reda dengan rileks
Jika sensasi tersebut hilang ketika tubuh ditenangkan — misalnya dengan tidur sejenak, menarik napas, atau minum air hangat — maka itu menandakan proses integrasi berjalan baik.
Mengapa Tidur Bisa Menghilangkan Sensasi?
Tidur bukan sekadar istirahat fisik.
Dalam kondisi tidur atau relaksasi:
pikiran menurun
ego melembut
sistem saraf parasimpatik aktif
Pada saat itulah tubuh melakukan sinkronisasi alami antara:
tubuh padat (jasad)
dan tubuh halus (energi kesadaran)
Karena itu, banyak proses SVARA justru menyatu saat seseorang tidak memikirkan apa-apa.
Kesadaran sejati bekerja paling rapi ketika tidak dicampuri kepanikan.
Laku Dewasa: Tidak Mengejar Makna, Tidak Menolak Proses
Salah satu pesan penting dalam pengilmuan SVARA adalah:
Tidak semua yang terasa perlu dimaknai.
Tidak semua yang muncul perlu dikejar.
Semakin seseorang sibuk mencari arti, semakin gaduh energinya.
Sebaliknya, ketika ia mampu berkata dalam batin:
“Saya sadari, saya tenangkan, saya lepaskan.”
Maka proses akan berjalan jauh lebih lembut.
Inilah kedewasaan spiritual.
Menjaga Keseimbangan: Spiritual dan Medis Tidak Bertentangan
SVARA tidak pernah mengajarkan untuk menolak akal sehat.
Jika suatu sensasi:
berlangsung terus-menerus
disertai nyeri
mengganggu pendengaran fisik
atau menyebabkan pusing berat
maka pemeriksaan medis tetap dianjurkan.
Ini bukan bentuk kurang iman, tetapi bentuk tanggung jawab terhadap wadah kehidupan.
Tubuh adalah amanah.
Kesadaran butuh rumah yang sehat.
Inti Perjalanan SVARA: Menjadi Lebih Lapang
Pada akhirnya, tujuan SVARA bukanlah sensasi, bukan kemampuan, bukan pengalaman unik.
Tujuannya adalah:
hati lebih tenang
emosi lebih stabil
hidup lebih jernih
dan batin lebih berserah
Sebagaimana pesan yang sangat dalam:
“Yang naik bukan sensasinya, tetapi kelapangan menerima.”
Ketika seseorang mampu menikmati proses tanpa ambisi, di situlah perubahan sejati mulai menetap.
Penutup: Seperti Sayap Kupu-Kupu
Sensasi itu datang seperti sayap kupu-kupu:
lembut
singkat
tidak melukai
lalu pergi dengan sendirinya
Ia bukan untuk ditangkap.
Bukan untuk disimpan.
Bukan pula untuk dibanggakan.
Cukup disadari, lalu dilepas.
Karena dalam jalan kesadaran, yang paling indah bukan apa yang terasa —
melainkan ketenangan yang tinggal setelah semuanya berlalu
Tulisan ini dirangkum dan disusun kembali oleh Yudi Hartoyo berdasarkan penjelasan dan bimbingan dari Abah Abu Fadhel Hardy, dalam perjalanan pengilmuan dan praktik kesadaran SVARA.
Penyampaian dalam artikel ini bertujuan sebagai edukasi batin agar pembaca dapat memahami proses energi dengan lebih tenang, bijak, dan tidak tergesa dalam menafsirkan pengalaman spiritual.
Bagi pembaca yang ingin memahami lebih dalam perjalanan pengilmuan SVARA, tahapan latihannya, serta bagaimana proses kesadaran ini dijalani secara aman dan bertahap, silakan melanjutkan membaca pada artikel berikut:
👉 Perjalanan Ilmu SVARA: Tahapan Latihan Kesadaran dari Fase 1 hingga Fase 3
Artikel lanjutan ini membahas bagaimana latihan SVARA dilakukan dengan pendampingan, ketenangan, dan kesiapan wadah batin — bukan untuk mengejar sensasi, melainkan membangun kesadaran yang stabil dan membumi.
(Lanjut ke halaman pelatihan :Pelatihan SVARA Lengkap Kurikulum Tahapan dan Rincian Biaya per Level,Level-1-3)
