Senin, 17 November 2025

Rei Ki tidak akan pernah hilang dari diri anda hanya

Energi Rei Ki Tidak Pernah Hilang


Rei Ki Tidak Pernah Hilang: Memahami Energi Ilahi, Adab Spiritual, dan Kesadaran Diri

Pendahuluan

Banyak praktisi Rei Ki, baik pemula maupun yang telah lama menekuni jalur penyembuhan energi, sering diliputi kegelisahan:


“Apakah Rei Ki saya bisa hilang?”

“Apakah saya masih bisa mengalirkan energi jika jarang latihan?”

“Bagaimana jika saya melakukan kesalahan, dosa, atau maksiat?”


Pertanyaan-pertanyaan ini sangat manusiawi. Ia muncul dari keinginan tulus untuk tetap terhubung dengan energi ilahi yang telah membuka kesadaran dan menjadi jalan penyembuhan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.


Artikel ini akan mengupas secara mendalam, jernih, dan menenangkan tentang hakikat Rei Ki:
Apakah Rei Ki bisa hilang?

Apa yang sebenarnya merusak aliran energi?

Mengapa adab kepada guru sangat menentukan?

Bagaimana proses cakra tertutup tanpa disadari?

Dan bagaimana cara membersihkan serta memulihkan diri dengan benar?

Semua dibahas dengan bahasa sederhana, spiritual, dan membumi.


Hakikat Rei Ki: Energi Ilahi yang Menyatu dengan Diri Sejati

Rei Ki bukanlah sekadar teknik, bukan pula ilmu yang berdiri sendiri seperti keterampilan fisik. Rei Ki adalah energi kehidupan ilahi yang sejatinya telah ada sejak manusia diciptakan.

Kata Rei berarti:

Ilahi

Kesadaran semesta

Kebijaksanaan Tuhan

Sedangkan Ki berarti:

Energi kehidupan

Nafas semesta

Daya hidup yang mengalir dalam seluruh makhluk

Ketika seseorang menerima inisiasi Rei Ki, yang terjadi sebenarnya bukanlah “pemberian energi”, melainkan pembukaan kesadaran agar ia kembali terhubung dengan sumber energi ilahi yang sudah ada di dalam dirinya.

Karena itu, penting dipahami sejak awal:

Rei Ki tidak pernah benar-benar “hilang” dari diri seseorang.

Yang berubah hanyalah kesadaran, kebersihan batin, dan kelancaran alirannya.




Rei Ki Tidak Hilang Karena Tidak Dilatih

Salah satu mitos paling umum dalam dunia energi adalah anggapan bahwa Rei Ki akan hilang jika tidak sering dipraktikkan.

Ini tidak benar.

Jika Anda jarang melakukan healing, meditasi, atau latihan energi:

Rei Ki tidak menghilang

Cakra tidak otomatis tertutup

Energi ilahi tetap ada di dalam diri

Yang terjadi hanyalah:

Aliran menjadi lemah

Sensitivitas energi menurun

Kesadaran spiritual menjadi tumpul

Ibarat sungai:

Airnya tetap ada

Tapi jika jarang dibersihkan, ia menjadi keruh

Alirannya tersendat oleh lumpur dan sampah

Rei Ki tidak seperti otot yang mengecil jika tidak dilatih, tetapi lebih seperti cahaya.

Cahaya tidak padam, hanya tertutup oleh debu kesadaran.



Rei Ki Tidak Hilang Karena Minum Alkohol atau Berbuat Maksiat

Topik ini sering menimbulkan rasa takut dan rasa bersalah berlebihan.

Mari kita luruskan dengan jujur dan adil.

Rei Ki Tetap Ada, Tetapi…

Ketika seseorang:

Minum alkohol

Melakukan maksiat

Terjerumus pada hawa nafsu

Tenggelam dalam emosi negatif (marah, dendam, iri)

Rei Ki tidak langsung hilang.

Namun yang terjadi adalah:

Cakra yang tadinya bersih menjadi kotor

Getaran energi menjadi rendah

Aliran energi menjadi berat dan tidak stabil

Alkohol dan maksiat tidak mematikan Rei Ki, tetapi menurunkan frekuensi batin sehingga energi ilahi sulit mengalir dengan jernih.

Konsekuensi Spiritualnya

Perlu dipahami dengan jujur:

Anda tetap berdosa secara syariat

Batin menjadi lebih gelap

Kesadaran ruhani menurun

Namun jangan putus asa.

Rei Ki tidak meninggalkan Anda hanya karena Anda jatuh.

Yang dibutuhkan adalah kesadaran dan pembersihan, bukan ketakutan.


Self Healing: Jalan Pemurnian yang Masih Terbuka

Kabar baiknya:

Cakra yang kotor masih bisa dibersihkan.

Dengan:

Self healing rutin

Meditasi kesadaran

Dzikir atau doa

Niat kembali kepada cahaya

Energi Rei Ki akan kembali mengalir lebih bersih dan stabil.

Rei Ki adalah energi kasih.

Ia tidak menghakimi, tetapi merespons kesadaran.

Selama hati masih ingin kembali, pintu pemurnian tidak pernah tertutup.


Satu Hal yang Paling Berbahaya: Mengingkari Guru Spiritual

Inilah bagian paling penting dan paling sering diabaikan.

Rei Ki bisa “meninggalkan” seseorang bukan karena dosa jasmani,

tetapi karena kerusakan adab batin.


Mengingkari Guru Bukan Sekadar Masalah Etika

Dalam jalur spiritual, guru bukan hanya pengajar teknik. Ia adalah:

Wasilah (perantara izin energi)

Penjaga sanad batin

Pembuka gerbang kesadaran

Ketika seseorang:

Merendahkan gurunya

Mengingkari jasanya

Menghina ilmunya

Membuat guru sakit hati

Menganggap dirinya lebih tinggi

Maka yang bereaksi bukan guru, melainkan diri sejatinya sendiri.


Penutupan Cakra oleh Diri Sejati

Hal yang jarang disadari adalah ini:

Cakra tidak ditutup oleh guru,

tetapi ditutup oleh kesadaran terdalam diri sendiri.

Karena:

Kesombongan memutus aliran

Pengingkaran merusak resonansi

Hati yang gelap menolak cahaya

Saat itu:

Cakra yang dulu terbuka perlahan menutup

Sensasi energi menghilang

Healing terasa hampa

Doa tidak lagi menggetarkan

Dan yang paling berbahaya:

Untuk membukanya kembali, jalannya jauh lebih sulit.


Energi Mengalir Tanpa Sadar kepada Orang Lain

Fenomena lain yang sering terjadi adalah:

Merasa cepat lelah

Mudah sakit tanpa sebab jelas

Emosi tidak stabil

Pikiran berat dan gelisah

Ini bisa terjadi karena:

Cakra pelindung melemah

Energi Rei Ki tidak lagi menjaga sistem

Energi pribadi bocor dan mengalir ke orang lain

Tanpa disadari, Anda:

Menjadi “donor energi” bagi lingkungan

Menyerap energi negatif orang lain

Kehilangan keseimbangan batin

Bukan karena Rei Ki jahat, tetapi karena Rei Ki sudah tidak aktif melindungi Anda.


Rei Ki Tidak Pergi, Anda yang Menjauh

Penting untuk ditegaskan:

Rei Ki tidak pernah benar-benar pergi.

Yang pergi adalah kesadaran, adab, dan kejernihan hati.

Rei Ki adalah cermin batin:

Jika hati jernih, ia mengalir

Jika hati kotor, ia diam

Jika hati sombong, ia menutup diri


Kembali ke kesadaran spiritual dan


Jalan Kembali: Rendah Hati dan Kesadaran

Jika Anda merasa:

Energi melemah

Healing tidak bekerja

Hati gelap dan berat

Maka solusi utamanya bukan teknik baru, tetapi:

Rendah hati

Memperbaiki adab

Membersihkan niat

Kembali menghormati guru

Mengakui keterbatasan diri

Rei Ki akan merespons bukan kata-kata, tetapi kejujuran batin.


Penutup: Rei Ki adalah Amanah, Bukan Milik Pribadi

Rei Ki bukan milik kita.

Ia adalah amanah ilahi.

Ia mengalir selama:

Hati dijaga

Adab dipelihara

Kesadaran dirawat

Jangan takut kehilangan Rei Ki karena kesalahan manusiawi.

Takutlah jika hati kehilangan kerendahan dan rasa hormat.

Karena sejatinya:

Rei Ki tidak pernah meninggalkan manusia.

Manusialah yang sering meninggalkan cahaya. ( By Master Aryo di-edit ulang Yudi Hartoyo)

Baca juga ; Kundalini Reiki untuk Pemula Teknik Dasar dan Manfaat Penyembuhan Energi.