Rei Ki Tidak Pernah Hilang: Memahami Energi Ilahi, Adab Spiritual, dan Kesadaran Diri
Pendahuluan
Banyak praktisi Rei Ki, baik pemula maupun yang telah lama menekuni jalur penyembuhan energi, sering diliputi kegelisahan:
“Apakah Rei Ki saya bisa hilang?”
“Apakah saya masih bisa mengalirkan energi jika jarang latihan?”
“Bagaimana jika saya melakukan kesalahan, dosa, atau maksiat?”
Pertanyaan-pertanyaan ini sangat manusiawi. Ia muncul dari keinginan tulus untuk tetap terhubung dengan energi ilahi yang telah membuka kesadaran dan menjadi jalan penyembuhan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Apa yang sebenarnya merusak aliran energi?
Mengapa adab kepada guru sangat menentukan?
Bagaimana proses cakra tertutup tanpa disadari?
Dan bagaimana cara membersihkan serta memulihkan diri dengan benar?
Semua dibahas dengan bahasa sederhana, spiritual, dan membumi.
Hakikat Rei Ki: Energi Ilahi yang Menyatu dengan Diri Sejati
Rei Ki bukanlah sekadar teknik, bukan pula ilmu yang berdiri sendiri seperti keterampilan fisik. Rei Ki adalah energi kehidupan ilahi yang sejatinya telah ada sejak manusia diciptakan.
Kata Rei berarti:
Ilahi
Kesadaran semesta
Kebijaksanaan Tuhan
Sedangkan Ki berarti:
Energi kehidupan
Nafas semesta
Daya hidup yang mengalir dalam seluruh makhluk
Ketika seseorang menerima inisiasi Rei Ki, yang terjadi sebenarnya bukanlah “pemberian energi”, melainkan pembukaan kesadaran agar ia kembali terhubung dengan sumber energi ilahi yang sudah ada di dalam dirinya.
Karena itu, penting dipahami sejak awal:
Rei Ki tidak pernah benar-benar “hilang” dari diri seseorang.
Yang berubah hanyalah kesadaran, kebersihan batin, dan kelancaran alirannya.
Rei Ki Tidak Hilang Karena Tidak Dilatih
Salah satu mitos paling umum dalam dunia energi adalah anggapan bahwa Rei Ki akan hilang jika tidak sering dipraktikkan.
Ini tidak benar.
Jika Anda jarang melakukan healing, meditasi, atau latihan energi:
Rei Ki tidak menghilang
Cakra tidak otomatis tertutup
Energi ilahi tetap ada di dalam diri
Yang terjadi hanyalah:
Aliran menjadi lemah
Sensitivitas energi menurun
Kesadaran spiritual menjadi tumpul
Ibarat sungai:
Airnya tetap ada
Tapi jika jarang dibersihkan, ia menjadi keruh
Alirannya tersendat oleh lumpur dan sampah
Rei Ki tidak seperti otot yang mengecil jika tidak dilatih, tetapi lebih seperti cahaya.
Cahaya tidak padam, hanya tertutup oleh debu kesadaran.
Rei Ki Tidak Hilang Karena Minum Alkohol atau Berbuat Maksiat
Topik ini sering menimbulkan rasa takut dan rasa bersalah berlebihan.
Mari kita luruskan dengan jujur dan adil.
Rei Ki Tetap Ada, Tetapi…
Ketika seseorang:
Minum alkohol
Melakukan maksiat
Terjerumus pada hawa nafsu
Tenggelam dalam emosi negatif (marah, dendam, iri)
Rei Ki tidak langsung hilang.
Namun yang terjadi adalah:
Cakra yang tadinya bersih menjadi kotor
Getaran energi menjadi rendah
Aliran energi menjadi berat dan tidak stabil
Alkohol dan maksiat tidak mematikan Rei Ki, tetapi menurunkan frekuensi batin sehingga energi ilahi sulit mengalir dengan jernih.
Konsekuensi Spiritualnya
Perlu dipahami dengan jujur:
Anda tetap berdosa secara syariat
Batin menjadi lebih gelap
Kesadaran ruhani menurun
Namun jangan putus asa.
Rei Ki tidak meninggalkan Anda hanya karena Anda jatuh.
Yang dibutuhkan adalah kesadaran dan pembersihan, bukan ketakutan.
Self Healing: Jalan Pemurnian yang Masih Terbuka
Kabar baiknya:
Cakra yang kotor masih bisa dibersihkan.
Dengan:
Self healing rutin
Meditasi kesadaran
Dzikir atau doa
Niat kembali kepada cahaya
Energi Rei Ki akan kembali mengalir lebih bersih dan stabil.
Rei Ki adalah energi kasih.
Ia tidak menghakimi, tetapi merespons kesadaran.
Selama hati masih ingin kembali, pintu pemurnian tidak pernah tertutup.
Satu Hal yang Paling Berbahaya: Mengingkari Guru Spiritual
Inilah bagian paling penting dan paling sering diabaikan.
Rei Ki bisa “meninggalkan” seseorang bukan karena dosa jasmani,
tetapi karena kerusakan adab batin.
Mengingkari Guru Bukan Sekadar Masalah Etika
Dalam jalur spiritual, guru bukan hanya pengajar teknik. Ia adalah:
Wasilah (perantara izin energi)
Penjaga sanad batin
Pembuka gerbang kesadaran
Ketika seseorang:
Merendahkan gurunya
Mengingkari jasanya
Menghina ilmunya
Membuat guru sakit hati
Menganggap dirinya lebih tinggi
Maka yang bereaksi bukan guru, melainkan diri sejatinya sendiri.
Penutupan Cakra oleh Diri Sejati
Hal yang jarang disadari adalah ini:
Cakra tidak ditutup oleh guru,
tetapi ditutup oleh kesadaran terdalam diri sendiri.
Karena:
Kesombongan memutus aliran
Pengingkaran merusak resonansi
Hati yang gelap menolak cahaya
Saat itu:
Cakra yang dulu terbuka perlahan menutup
Sensasi energi menghilang
Healing terasa hampa
Doa tidak lagi menggetarkan
Dan yang paling berbahaya:
Untuk membukanya kembali, jalannya jauh lebih sulit.
Energi Mengalir Tanpa Sadar kepada Orang Lain
Fenomena lain yang sering terjadi adalah:
Merasa cepat lelah
Mudah sakit tanpa sebab jelas
Emosi tidak stabil
Pikiran berat dan gelisah
Ini bisa terjadi karena:
Cakra pelindung melemah
Energi Rei Ki tidak lagi menjaga sistem
Energi pribadi bocor dan mengalir ke orang lain
Tanpa disadari, Anda:
Menjadi “donor energi” bagi lingkungan
Menyerap energi negatif orang lain
Kehilangan keseimbangan batin
Bukan karena Rei Ki jahat, tetapi karena Rei Ki sudah tidak aktif melindungi Anda.
Rei Ki Tidak Pergi, Anda yang Menjauh
Penting untuk ditegaskan:
Rei Ki tidak pernah benar-benar pergi.
Yang pergi adalah kesadaran, adab, dan kejernihan hati.
Rei Ki adalah cermin batin:
Jika hati jernih, ia mengalir
Jika hati kotor, ia diam
Jika hati sombong, ia menutup diri
Jalan Kembali: Rendah Hati dan Kesadaran
Jika Anda merasa:
Energi melemah
Healing tidak bekerja
Hati gelap dan berat
Maka solusi utamanya bukan teknik baru, tetapi:
Rendah hati
Memperbaiki adab
Membersihkan niat
Kembali menghormati guru
Mengakui keterbatasan diri
Rei Ki akan merespons bukan kata-kata, tetapi kejujuran batin.
Penutup: Rei Ki adalah Amanah, Bukan Milik Pribadi
Rei Ki bukan milik kita.
Ia adalah amanah ilahi.
Ia mengalir selama:
Hati dijaga
Adab dipelihara
Kesadaran dirawat
Jangan takut kehilangan Rei Ki karena kesalahan manusiawi.
Takutlah jika hati kehilangan kerendahan dan rasa hormat.
Karena sejatinya:
Rei Ki tidak pernah meninggalkan manusia.
Manusialah yang sering meninggalkan cahaya. ( By Master Aryo di-edit ulang Yudi Hartoyo)
Baca juga ; Kundalini Reiki untuk Pemula Teknik Dasar dan Manfaat Penyembuhan Energi.




